
Macam – macam kejahatan teroris yang terjadi pada saat ini dan membuat dampak yang besar pada masa yang akan datang. Dr. Imran N. Hosein sebagai narasumber dalam kuliah umum yang di selenggarakan oleh FH UII.
Oleh : Benny Trisdiyanto
Tamansiswa-Keadilan. Kamis,15 Desember 2011 ruamg sidang lantai 3 FH UII telah dilangsungkan kuliah umum dengan pemateri Dr. Imran N. Hosein seorang ilmuan islam dari Trinidad dan Tobago. Pria berbadan tinggi besar dan mengenakan jubah coklat mencoba menjadi pembicara dalam acara tersebut. Tak lupa peci putih yang diikuti jenggot model orang timur tengah menjadi keseharian Hosein. Sebelum memulai berbicara Hosein mengucapkan salam yang sudah menjadi kebiasaan dalam agama Islam ketika akan berbicara di dakam pertemuan apapun . Kemudian diikuti perbincangan kecil sebelum memulai materi yang akan dibawakannya.
Dalam kuliah umum ini mengangkat tema “Islam dan Terorisme” yang berarti bukan semua orang islam itu teroris. Selanjutnya Hosein mulai berbicara tentang beberapa macam kejahatan teroris yang terjadi pada saat ini. Kata pengantar yang digunakannya adalah bahasa Inggris dan mencoba menyelipkan bahasa Indonesia semampunya. Suara besarnya mengantarkan dan mulai menceritakan bahwa teroris selama ini yang di ketahui oleh masyarakat Amerika adalah orang Islam. Sebagai contoh adalah jatuhnya pesawat di gedung World Trade Centre (WTC), warga Amerika terpancing oleh isu mantan Presiden George W. Bush bahwa kejadian itu di dalangi Osama bin Laden yang di latarbelakangi sebagai teroris. “Kemudian warga Amerika menyesali bahwa Osama adalah bukan pelaku utamanya dalam kejadian di gedung WTC,” tutur Hosein. Selanjurnya diskriminasi terhadap orang Islam tidak hanya sampai disitu, dia mencontohkan lagi mencuri sekecil apapun yang dilakukan oleh orang Islam Amerika di hukum dan di masukkan penjara khusus teroris (Guantanamo).
Deselingi ramainya mahasiswa dan keluar masuknya mahasiswa, acara tersebut tetap berjalan. Hosein sempat terganggu ketika sedang memberikan materi ada mahasiswa yang masuk membuka pintu dengan nada yang keras. Pembicaraan sempat terhenti sebentar dan melanjutkannya kembali.Islam sebagai teroris yang di anggap oleh Amerika tidak ada habisnya jika di uraikan satu persatu. Kemungkinan ssudah menjadi pemikiran yang tidak bisa di hapus dengan cepat dan harus perlahan.
Sesi pertama usai, ada waktu istirhat sedikit dalam Hosein berbicara sembari diterjemahkan oleh Agus Triyanta,SH. MH. Phd sebagai moderator, tentang apa yang telah di utarakan oleh pria berbadan besar tersebut. Dia melihat sesekali ke para pendengar yang hampir seluruhnya mahasiswa FH UII. Seusai di terjemahkan oleh moderator Hosein melanjutkan berbicara sebagai narasumber dalam sesi yang berbeda. Pada kesempatan ini dia menjelaskan tentang kejahatan teroris melalui elektronik. Sesekali melihat pada teks lalu menjelaskan bahwa kejahatan elektronik sangat besar yang di akibatkan, sebagai contoh perbandingan jumlah anak perempuan lebih banyak di bandingkan anak laki – laki karena pengaruh radiasi elektronik yang mempengaruhi kromosom laki – laki melemah. “Sebaiknya para calon ibu atau perempuan menikah dengan laki kampung saja yang belum terkena radiasi jika menginginkan banyak anak laki – laki,” tambahnya.
Lanjutkan beda sesi hampir sama pada sebelumnya moderator menterjemahkan apa yang sudah di jelaskan oleh Hosein tadi. Di dalam ruang sidang yang penuh akan para mahasiswa sebagai pendengar, acara selajutnya di mulai. Pada kesempatan ini dia menjelaskan tentang kejahatan teroris dalam bidang pertanian yang tidak jauh dari keadaan di negara Indonesia. Kejahatan yang di lakukan dalam hal ini adalah penipuan dalam penjualan makanan yang kita sendiri tidak tau asal muasal makanan tersebut. Sembari menghelakan nafas panjang Hosein menjelaskan kejahatan ini, secara tidak langsung sangatlah kejam karena produsen menjual makanannya kepada konsumen tidak secara terbuka apa yang telah di jualnya. Selain kejahatan pertanian ini ada juga yang di jelaskan Hosein yaitu kejahatan militer dan kejahatan agama.
Setelah menjelaskan itu semua dan karena waktu yang terbatas akhirnya acara usai dengan di tutup beberapa pertanyaan dari para mahasiswa, dengan bermacam nada dan panjang kalimat pertanyaan. Dimulai dengan pembukaan oleh moderator untuk memberkan kesempatan kepada peserat untuk memberikan pertanyaan. Dengan mengusap kepala dan sesekali membuka pecinya, Hosein menjawab satu persatu pertanyaan yang telah di ajukan kepadanya dengan sangat semangat. Berakhir pertanyaan berakhir juga acara tersebut, tak lupa acara di tutup dengan ceremoni dari pihak kampus kepadanya. Adaa pula yang memeluk dan bersujud kepada Hosein sebagai salah saau niatnya ketika bertemu narasumber.
Ketika usai sholat dzuhur dan makan siang, keadilan mewawancarai Hosein di dalam ruangan cukup besar dan rapih di salah satu ruangan dalam Dekanat FH UII. Keadilan mewawancarai mengenai pendapat Hosein tentang teroris di Indonesia, “ saya tidak akan menjawab tentang apa yang ada di luar Al-Qur’an dan Hadits walau itu hanya opini saya saja,” ujarnya. Diikuti perbincangan yang lain pria yang berbadan besar itu menjelaskan bahwa apa yang telah di jelaskannya tadi di dalam kuliah umum agar kita selalu berhati – hati dengan apa yang ada di sekitar kita, itu semua pasti memiliki kejahatan yang tidak di ketahui.
Ata sebagai salah satu mahasiswa yang keadilan wawancarai mengatakan acara ini sangat menarik, walau bingung dengan kata pengantar yang di gunakan oleh narasumber tetapi menjadi mudah setelah di terjemahkan oleh moderator.Sedikit banyaknya dia mengerti tentang teroris yang telah terjadi dan menjadi akibat yang besar di kemudian hari.
Reportase bersama : Aradila Caesar Ifmaini Idirs

0 Comments
You can be the first one to leave a comment.